M920Vdlq3Dcbzl7ZsskfMt7MAGCBkcGVLICBNwNF

Cari Blog Ini

6+ Cara Memaster Murai Batu Paling TOP Hasil Maksimal 2021

Cara Memaster Murai Batu - Burung murai memiliki ciri khas bertubuh mungil dengan kombinasi warna hitam, orange, dan sedikit putih di bagian buntut. Cara memaster murai batu mulai dari melihat kondisi fisik burung, sangkar, asupan makanan, hingga waktu yang tepat. Berikut ulasan lengkapnya:

 

Cara Memaster Murai Batu dengan Tepat dan Cepat

cara memaster murai batu


1. Kondisi Burung, Sangkar, dan Lingkungan Sekitar

Langkah pertama dalam memaster burung peliharaan, khususnya murai batu adalah melihat kondisi burung, sangkar burung, dan lingkungan sekitar. Masing-masing kondisi harus dalam keadaan baik dan tidak ada masalah yang cukup mengganggu.

· Kondisi Fisik Burung

Burung murai batu yang akan dimaster harus dipastikan dalam keadaan sehat dan fit. Anda bisa memastikan kondisi ini dari keaktifan gerak, kicauan, dan jadwal istirahatnya. Jika burung murai batu malah terdiam, maka kondisi tubuhnya tidak dalam keadaan baik.

 

Kondisi tubuh yang fit akan memudahkan proses pemasteran, karena burung murai batu lebih mudah menerima suara dan fokus untuk menirukannya. Burung murai akan segera menirukan hingga mendapatkan kicauan seperti suara masterannya.

 

· Kondisi Sangkar Burung

Kondisi kedua yang perlu Anda perhatikan adalah sangkar burung. Burung yang merasa nyaman, aman, dan bahagia harus berada di tempat yang bersih. Untuk hal tersebut, sudah selayaknya jika Anda rutin membersihkan sangkar setiap hari.

 

Selain itu, jika baru saja memelihara burung murai batu dan ingin langsung melakukan pemasteran, Anda bisa menutupi seluruh sangkar dengan kain. Tujuannya agar burung merasa lebih tenang dan fokus saat pemasteran.

 

· Kondisi Lingkungan Sekitar

Habitat asli dari burung murai batu adalah di alam liar dengan kondisi asri, damai, dan tenang. Biasanya juga berada di area sungai dengan suara gemericik yang terdengar lirih. Maka, untuk memaksimalkan proses pemasteran, Anda perlu mengikuti suasana layaknya habitat aslinya.

 

Bagi yang tinggal di perkotaan dan cukup bising, Anda bisa meletakkan burung murai batu di belakang rumah dengan cahaya yang cukup. Selain itu, tempatkan di area dekat kolam, tempat wudhu, atau kamar mandi.

 

Jika Anda tinggal di wilayah pedesaan, Anda bisa meletakkan sangkar di mana saja. Namun, jika kebetulan berada di dekat kawasan sungai, Anda bisa meletakkan sangkar burung di bawah pohon di dekat sungai.

 

2. Waktu Pemasteran Burung Murai Batu

Waktu pemasteran burung murai batu akan mendapatkan hasil optimal jika dimulai dari usia 3 minggu. Usia ini bisa dikatakan sebagai usia emas karena murai batu akan lebih cepat menangkap suara dan menirukannya sama persis.

 

Namun, Anda bisa juga memulai pemasteran saat usia murai batu memasuki usia 1 bulan hingga 1.5 bulan. Intinya, semakin muda usianya, semakin bagus pula suara yang akan dihasilkan. Bagaimana jika lebih dari 1,5 bulan?

 

Tentu saja masih bisa, tetapi memerlukan kesabaran ekstra saat pemasteran. Apalagi jika ditambah murai batu yang Anda dapatkan berasal dari alam liar. Pada tahapan awal, proses pemasteran sebaiknya menggunakan sumber suara yang halus atau agak kasar, tetapi cukup tajam.

 

Anda bisa menggunakan jenis murai serindit sebagai sumber masteran di tahap awal. Selanjutnya waktu pemasteran minimal dilakukan selama 2 jam hingga 6 jam sehari, dengan pembagian sebagai berikut:

· Waktu 1

Pukul 05.00 hingga 07.00 atau 10.00 hingga 12.00 atau 15.00 hingga 17.00 (bisa pagi, siang atau sore saja)

· Waktu 2

Pukul 05.00 hingga 07.00

Pukul 16.00 hingga 18.00

· Waktu 3

Pukul 09.00 hingga 12.00

Pukul 13.00 hingga 14.30

Pukul 17.30 hingga 18.00

 

3. Makanan Tepat untuk Murai Batu

Pakan bagi hewan peliharaan adalah hal mutlak yang harus diberikan pemiliknya. Anda yang hobi memelihara burung dan berkeinginan untuk pemasteran, sudah selayaknya memenuhi kebutuhan pakannya.

 

Makanan untuk burung murai batu yang sedang dimaster sama halnya dengan burung tanpa pemasteran, yakni kroto, jangkrik, ulat, hingga multivitamin sejenis voer. Namun, selama proses pemasteran, sebaiknya menggunakan makanan yang segar setiap hari.

 

Kroto segar harus diberikan setiap hari minimal 10 butir. Selanjutnya ditambah dengan asupan multivitamin voer yang tersaji dalam bentuk makanan padat atau cair (seperti obat tetes mata). Jangkrik dan ulat yang digunakan ukurannya cukup yang sedang saja.

 

4. Jenis Burung untuk Pemasteran Murai Batu

Memilih sumber masteran yang tepat akan sangat berpengaruh pada kualitas dan keunikan dari hasil pemasteran. Untuk murai batu sendiri akan mendapatkan kicauan yang bagus jika dimaster dengan beberapa jenis burung seperti:

· Burung kenari

· Burung lovebird

· Burung pelatuk

· Burung cucak jenggot

· Burung cililin

 

Namun, ada pula beberapa burung yang tidak disarankan untuk pemasteran burung murai batu. Hal ini akan membuat suara tidak terbentuk, terdengar ngawur, tempo yang tidak jelas, bahkan membuat murai batu menjadi stress. Beberapa di antaranya adalah:

· Jalak kebo

· Cucak ijo

· Betet

· Kutilang

· Jalak suren

· Beo

· Kucing

· Anjing

· Blackthroat

· Prenjak

· Cucak rowo dan sebagainya.

 

5. Metode Pemasteran Suara

Metode pemasteran suara dapat Anda lakukan dengan 2 cara ampuh, yakni:

· Menggunakan Burung Asli

Guna memperoleh suara yang alami dan berkarakter, biasanya proses pemasteran hanya menggunakan suara dari burung asli. Namun, untuk memberikan hasil kicauan yang bervariasi, dibutuhkan berbagai jenis burung asli sebagai suara masteran secara bergantian.

 

Jika memiliki uang lebih, Anda bisa membeli masteran burung asli. Tetapi jika tidak, Anda bisa memanfaatkan komunitas pecinta burung murai batu. Selain itu, bisa juga menyewa kepada pihak dalam komunitas selama beberapa waktu.

 

· Menggunakan MP4 dan MP3

Metode lain yang tidak kalah ampuh adalah menggunakan suara masteran dari MP3 dan MP4. Anda bisa menggunakan media smartphone, laptop, tablet, tape recorder, hingga televisi. Metode ini jauh lebih ekonomis jika memilih cara offline.

 

Gunakan aplikasi Youtube untuk mencari suara masteran terbaik. Anda bisa membuka aplikasi ini secara online atau offline. Pastikan juga untuk memilih masteran yang tepat dan sesuai dengan tipe suara burung murai batu Anda.

 

6. Konsistensi Pemasteran

Banyak orang yang hanya semangat untuk memaster burung peliharaannya di bulan pertama hingga 2 bulan saja. Namun, bagi orang yang sudah hobi dengan burung dan niat memelihara akan melakukan pemasteran dengan telaten selama berbulan-bulan.

 

Hasil suara pemasteran tidak bisa didapatkan secara instan dan cepat. Ada banyak faktor yang menjadi pengaruh cepat lambatnya suara kicauan burung menjadi bagus atau jelek. Jika Anda tidak bisa melakukannya setiap hari, setidaknya latihlah burung murai batu 2 hari atau 3 hari sekali.

 

Jika tidak konsisten, suara murai batu akan ngawur dan tidak bisa ikut perlombaan. Bahkan jika tidak ada latihan atau pemasteran sama sekali, burung murai batu yang Anda miliki dipastikan sangat malas berkicau. Jikalau berkicau pun, hanya mengeluarkan suara yang pelan dan tidak jelas.

 

Maka, cara memaster murai batu agar berhasil adalah sabar, telaten, dan konsisten. Jangan lupa untuk berbagi dan bertukar informasi kepada pecinta burung atau komunitas. Bila perlu lakukan sharing ini dengan jadwal yang konsisten juga.

 

Sebenarnya kunci keberhasilan pemasteran burung murai batu adalah konsistensi pemilik dalam menjalankannya. Pemasteran harus dilakukan secara rutin dan memberikan sumber masteran yang sesuai. Selain itu, dukungan pakan yang bergizi akan mempengaruhi juga untuk hasil dari pemasteran.

 

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar