M920Vdlq3Dcbzl7ZsskfMt7MAGCBkcGVLICBNwNF

Cari Blog Ini

8+ Cara Memaster Cucak Rowo Paling Mudah 2021

Cara Memaster Burung Cucak Rowo - Nama cucak rowo sudah sangat dikenal di kalangan pecinta burung kicau. Kualitas suaranya yang jernih, melengking, dan merdu ini membuatnya sering diburu. Cucak rowo yang sudah ditangkap selanjutnya diberi isian dengan cara memaster cucak rowo untuk menambah variasi suaranya.

Sayangnya, keberadaan cucak rowo sudah mulai langka dan menjadi hewan yang dilestarikan. Oleh karenanya, pemasteran harus dilakukan secara tepat dan hati-hati agar tidak berdampak buruk pada burung yang harganya mahal ini.

Pemasteran Cucak Rowo

Salah satu keunggulan cucak rowo dibandingkan burung kicau lainnya adalah terdapat pada suaranya yang ropel. Tipe suara ini biasanya mampu mengalahkan seluruh jenis suara burung kicau lainnya dalam lomba.

Untuk menghasilkan burung cucak rowo dengan suara ini, tentu pemasteran juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Salah satunya dengan melakukannya sejak usia cucak rowo masih sangat muda dan mudah mencerna materi isian yang diberikan.

Cara Memaster Cucak Rowo Paling Ajib Ala SUHU

cara memaster cucak rowo


Cara memaster burung cucak rowo agar menghasilkan suara yang berkualitas terbilang cukup mudah. Hanya saja perlu ketelatenan yang tinggi dalam melakukannya. Jika salah satu cara diabaikan, kemungkinan hasil isiannya kurang maksimal. Beberapa langkah-langkahnya adalah:

1. Memaster di Usia yang Tepat

Semua burung bisa dimaster pada usia berapa saja. Namun, untuk menghasilkan cucak rowo yang bersuara merdu dan ropel, ada ukuran usia yang bisa diperhatikan. Agar isian lebih mudah dicerna burung, pemasteran bisa dilakukan saat cucak rowo memasuki usia 1,5 bulan.

Standar usia awal pemasteran dari cucak rowo ini tentu berbeda dengan burung kicau lainnya, sehingga jangan sembarang menerapkan pada jenis burung kicau lainnya.

Di usia yang masih muda, cucak rowo akan lebih mudah mencerna isian karena memori otaknya masih sedikit. Apabila sudah terlanjur dewasa, Anda tetap bisa memaster cucak rowo. Namun harus melalui proses brainwash, agar materi yang diberikan mudah masuk dalam ingatan burung.

2. Lakukan Secara Rutin Sejak Dini

Agar hasil lebih maksimal, pemasteran pada cucak rowo bisa dilakukan secara rutin sejak usia dini. Namun, proses pemasteran ini harus memperhatikan kondisi dan kesiapan burung. Kalau tidak, cucak rowo kecil bisa merasa tertekan dan minder dengan kicauan di sekelilingnya.

Proses pemasteran yang dilakukan secara rutin dimaksudkan agar materi yang sudah dihafalkan burung tidak mudah dilupakan. Biasanya poin yang sering dilupakan burung jika tidak dimaster secara rutin berkaitan dengan irama dari lagunya.

3. Menyediakan Lokasi Khusus

Pada cucak rowo yang dimaster pada usia dini, tentu harus disediakan lokasi khusus sebagai tempat yang nyaman untuk burung. Pastikan lokasi khusus tersebut sudah memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

· Bebas dari lingkungan yang berdebu dan bau.

· Kandang dan area di sekitarnya harus terjaga kebersihannya.

· Ruangan yang digunakan steril dari suara burung dan hewan lainnya, termasuk induk cucak rowo  itu sendiri.

· Agar tidak kesepian, anak cucak rowo yang akan dimaster bisa ditempatkan dalam satu kandang untuk sama-sama diberikan pemasteran.

· Ketika proses pemasteran, kandang burung wajib dikerodong agar posisi cucak rowo lebih tenang dan konsentrasi mendengar suara master.

4. Untuk Hasil Maksimal, dalam Sehari Berikan Materi Master Minimal 7 Jam

Berdasarkan pengalaman beberapa pemelihara cucak rowo, hasil maksimal akan diperoleh jika pemasteran dilakukan minimal selama tujuh jam dalam sehari. Sama dengan bayi, memperdengarkan suara yang sama secara berulang akan mempermudah menghafal materi.

Tapi kondisi burung yang dimaster harus tetap dalam kondisi nyaman agar tidak stres. Kalau sudah nyaman, lamanya pemasteran bisa ditambah selama 8 jam dalam sehari.

5. Lakukan Saat Jam yang Tepat

Pemilihan waktu yang tepat menjadi salah satu cara memaster cucak rowo yang paling efektif dan berpengaruh besar. Apabila waktunya tidak tepat, kondisi cucak rowo tidak akan siap menerima materi yang akan diberikan.

Sama dengan burung lainnya, waktu pemasteran yang tepat adalah saat istirahat siang dan malam hari. Semakin nyaman burung beristirahat, semakin efektif proses pemasteran yang dilakukan. Agar lebih maksimal, pastikan burung sudah mandi dan cukup berjemur agar kondisinya segar kembali.

6. Satu Jenis Isian Masteran Bisa Diperdengarkan Selama 2 Minggu

Cucak rowo termasuk burung kicau yang sangat cepat menangkap materi dan merekamnya di otak. Oleh karenanya, dalam satu materi cukup diperdengarkan selama 2 minggu saja. Ini jauh berbeda dengan burung kicau lainnya yang lebih lama menerima materi, bahkan sampai 3 minggu.

Pada beberapa jenis cucak rowo bahkan ada yang sudah bisa mengeluarkan isiannya, lebih cepat dari 2 minggu. Apabila cucak rowo sudah mengeluarkan isian dengan suara yang sesuai materi dalam waktu 1 minggu saja, boleh mengganti materi isian lainnya.

7. Gunakan Materi Pemasteran yang Sesuai Kemampuan Cucak Rowo

Tipikal asli suara cucak rowo adalah melengking, jernih, dan panjang. Oleh sebab itu, isian yang diberikan harus memiliki jenis suara yang setipe agar mudah ditirukan. Selain itu, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan terkait pemilihan materi cucak rowo, di antaranya:

· Memilih variasi lagu yang terkesan mewah. Misalnya dari kecepatannya yang bervariasi, serta cengkokan yang terdapat dalam irama lagunya.

· Menggunakan materi pemasteran yang memiliki irama dan lagu sesuai dengan suara asli burung cucak rowo.

· Memilih materi pemasteran yang sedang tren dalam perlombaan. Kalau sedang tren suara tembakan, berikan materi yang menggunakan nada tersebut dan variasikan dengan kelebihan cucak rowo yang bisa ngeroll.

8. Bila Perlu, Pilih Anakan dari  Cucak Rowo yang Ropel

Agar cara memaster cucak rowo memberikan hasil yang memuaskan khususnya untuk dilombakan, Anda bisa memilih anak dari indukan cucak rowo ropel. Kalau induknya memiliki suara ropel, kemungkinan besar menurun pada anaknya juga.

Suara ropel sendiri jika keluar saat lomba kemungkinan besar bisa menang. Ciri-cirinya terdapat pada suaranya yang panjang, keras, serta tidak berjarak sedikit pun.

Penyebab Kegagalan Pemasteran Cucak Rowo

Agar tingkat keberhasilannya lebih tinggi, ada beberapa penyebab kegagalan yang harus dihindari dalam melakukan pemasteran cucak rowo. Beberapa di antaranya adalah:

1. Jarak Masteran yang Terlalu Dekat

Suara masteran  yang terlalu dekat justru tidak terdengar jelas oleh cucak rowo. Mereka juga akan merasa terganggu dengan suara masteran yang terlalu keras saat istirahat. Oleh sebab itu, sebisa mungkin untuk memberi jarak masteran yang agak jauh dari lokasi cucak rowo.

2. Pemilihan Materi yang Tidak Sesuai

Penyebab kegagalan yang juga cukup sering ditemukan adalah karena materi masteran yang dipilih tidak sesuai dengan tipe suara cucak rowo. Akibatnya, lagu yang ditirukan cucak rowo malah terdengar fals dan merusak kejernihan suara aslinya.

3. Kualitas Masteran yang Jelek

Hanya untuk menghemat biaya, banyak yang memilih mendownload masteran cucak rowo secara gratis di internet. Padahal, mp3 gratisan yang banyak beredar memiliki kualitas yang sangat rendah. Ada yang macet-macet, bising, terlalu tinggi, dan sebagainya.

Agar tidak sia-sia membeli cucak rowo dengan harga yang mahal, Anda harus bisa menerapkan cara memaster cucak rowo yang baik dan benar. Selain itu, faktor kegagalan yang sering terjadi juga wajib dihindari agar tidak merusak kualitas dan mental dari burung cucak rowo tersebut.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar