M920Vdlq3Dcbzl7ZsskfMt7MAGCBkcGVLICBNwNF

Cari Blog Ini

7+ Cara Memaster Burung Panca Warna Agar Cepat gacor 2021

Cara Memaster Burung Panca Warna - Panca warna tentu tidak asing lagi di kalangan penggemar burung kicau. Kualitas suaranya yang jernih dan gacor sering dimanfaatkan sebagai pelatih burung kicau lainnya. Namun, kualitas suara burung ini tentu tidak lepas dari cara memaster burung panca warna saat dipelihara.

Saat pertama kali mengambil dari habitat aslinya, tentu tidak semua burung panca warna memiliki suara yang gacor dan jelas. Oleh sebab itu, selain melatihnya untuk adaptasi di kandang, Anda juga perlu melatihnya agar mau dan berani bersuara menggunakan metode pemasteran.

Pemasteran Burung Panca Warna

cara memaster burung panca warna


Karakter utama burung panca warna adalah ocehannya yang sangat sering dan suaranya yang jelas. Karakter inilah yang membuatnya selalu dijadikan sebagai master dari segala burung master, karena beberapa burung kicau selalu menggunakan suara panca warna sebagai andalan isiannya.

Sayangnya, burung ini tidak bisa dipilih untuk lomba karena variasi suaranya yang lebih monoton. Burung jenis ini juga tidak bisa dimaster menggunakan suara burung lainnya karena nada dasarnya yang berbeda.

Meskipun begitu, pemasteran burung panca warna juga perlu dilakukan, khususnya pada burung yang baru dipelihara atau memasuki usia cukup untuk dimaster. Pemasteran burung panca warna bertujuan untuk meningkatkan potensi yang sudah ada pada suara aslinya agar layak jadi pemaster.

Biasanya burung kicau yang dimaster dengan panca warna adalah murai batu dan kacer. Saat dilatih menggunakan suara panca warna yang gacor, dua jenis burung ini akan merasa terpancing untuk berbunyi dan menirukan suara panca warna.

Cara Memaster Burung Panca Warna

Agar burung panca warna yang masih polos bisa lebih gacor mengeluarkan suara isian yang ngeroll dan nembak, ada beberapa cara pemasteran burung panca warna yang harus diperhatikan dengan baik, yaitu:

1. Siapkan Kondisi Burung Sebelum Dimaster

Sebagian besar orang mengatakan untuk memaster burung saat memasuki masa istirahatnya. Padahal selain masa istirahat, kondisi fisik menjadi faktor utama kesuksesan proses pemasteran burung panca warna.

Meskipun sedang beristirahat, jika kondisinya tidak segar burung masteran seperti panca warna akan sulit fokus mendengarkan materi. Berikut adalah kondisi burung yang harus diperhatikan sebelum dimaster:

· Cukup makan dan dalam kondisi kenyang.

· Tidak sedang birahi karena kebanyakan makan protein.

· Kondisi tubuhnya bersih dan segar sehingga harus dimandikan terlebih dahulu.

· Benar-benar diam di kandang dan tidak banyak melakukan pergerakan.

· Tidak kepanasan atau kedinginan di dalam kandang.

2. Tentukan Waktu Pemasteran Sesuai Rutinitas Istirahatnya

Banyak yang mengatakan bahwa waktu istirahat burung pada siang hari kisaran pukul 12 sampai pukul 4 sore. Sementara malam hari dari pukul 5 sampai esok hari. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena setiap burung terkadang ada yang memiliki kebiasaan berbeda.

Cara menentukan waktu pemasteran burung harus disesuaikan dengan rutinitas jam istirahatnya. Kalau panca warna yang Anda pelihara biasa istirahat jam 1 siang, maka pemasteran bisa dilakukan pada jam tersebut. Dengan begitu, pengamatan waktu istirahat harus dilakukan sebelum pemasteran.

3. Kerodong Burung

Menutupi burung dengan kerodong saat proses pemasteran sudah menjadi rahasia umum, yang hampir diketahui semua penggemar burung. Fungsi kerodong ini adalah untuk menutupi burung panca warna yang akan dimaster.

Dengan kondisi tertutup sepenuhnya, burung mudah beristirahat dan bisa fokus mendengarkan masteran yang diputar.

4. Jauhkan dari Suara yang Mengganggu

Sama dengan manusia, burung panca warna juga mudah terganggu istirahatnya jika mendengar suara yang tidak nyaman ataupun berisik. Beberapa suara tersebut bisa berasal di kucing atau anjing peliharaan, kendaraan, televisi, ataupun suara orang yang bicara.

Agar pemasteran berjalan maksimal, jauhkan kandang burung dari suara-suara tersebut. Bila perlu letakkan kandang di belakang rumah yang sepi dan menyatu dengan alam. Misalnya dekat dengan kebun yang terkena semilir angin

5. Pilih Suara Masteran dari Burung Sejenis

Berbeda dengan burung kicau lainnya, burung panca warna termasuk burung yang lebih sering dijadikan masteran dibandingkan dilombakan. Ini disebabkan karena burung ini kesulitan meniru suara burung lainnya yang tidak sejenis.

Selain itu, burung panca warna sudah memiliki suara dasar sendiri yang tidak bisa diganti. Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama suara burung panca warna menjadi lebih monoton.

Agar cara memaster burung panca warna tidak sia-sia dan mudah diterima burung, berikan suara masteran yang berasal dari suara burung sejenis dengan kicauan yang lebih lantang dan bervariasi.

6. Beri Jeda 3 Minggu Sebelum diberi Materi Baru

Suara panca warna yang terkesan monoton jangan membuat Anda terlalu terburu-buru dalam memberikan variasi nada lainnya. Berikan jeda 3 Minggu untuk burung mempelajari dan menghafal satu jenis nada.

Bahkan apabila dalam sehari pemasteran dilakukan kurang dari 5 jam, waktu penggantian materi baru bisa dilakukan sebulan setelahnya. Jika tetap dipaksakan sebelum waktu tersebut, burung bisa lupa dengan nada sebelumnya atau bahkan bingung menerima nada baru.  

7. Jauhkan Posisi Masteran dengan Burung

Posisi masteran yang akan diberikan pada burung minimal 3 meter dari sarangnya. Sementara volumenya bisa diatur pertengahan agar tidak terlalu kencang ataupun kecil. Sudah banyak kegagalan yang terjadi dari pemasteran akibat posisinya yang terlalu dekat dengan burung.

Kalau pun ingin memposisikan masteran menjadi lebih dekat, tentu volumenya harus dikecilkan agar tidak mengganggu burung yang istirahat.  

Faktor yang Bisa Menyebabkan Kegagalan Pemasteran Burung Panca Warna

Karena jarang digunakan dalam perlombaan, jarang sekali orang yang melakukan pemasteran terhadap burung panca warna. Namun, bukan berarti pemasteran burung ini mudah dilakukan. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kegagalan dalam pemasteran, yaitu:

1. Dimaster Saat Kondisinya Aktif

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, waktu istirahat burung itu sangat dinamis dan beragam. Banyak orang yang gagal memaster burung panca warna, karena masih menjadikan satu waktu sebagai tolak ukur waktu istirahat burung.

Akibatnya, beberapa burung yang tidak terbiasa istirahat pada jam tersebut masih aktif bergerak dan berkicau. Tentu saja kondisi ini menjadi faktor utama kegagalan proses pemasteran yang dilakukan, karena isian yang diinginkan tidak bisa keluar.

2. Terkena Gangguan Saat Proses Pemasteran

Akibat peletakan kandang yang kurang tepat, banyak burung yang gagal menyimak materi masteran karena terkena berbagai gangguan. Bahkan suara yang mengganggu proses pemasteran juga bisa mengurangi waktu istirahat burung karena tidak nyaman dengan suara campuran yang berisik.

3. Keadaan Kandang yang Kurang Nyaman

Sebagai tempat istirahat, kandang harus dibuat senyaman mungkin, sehingga memungkinkan burung panca warna istirahat dengan nyaman. Banyak burung yang tidak mampu menyimak suara masteran karena terganggu dengan kondisi kandang yang terlalu panas, kotor, serta berbau.

4. Menggunakan Suara Masteran dari Jenis Burung Lainnya

Kegagalan dalam memaster burung panca warna yang paling sering terjadi adalah karena menggunakan suara masteran dari burung yang berbeda jenis. Padahal suara dari jenis burung lainnya tidak bisa ditirukan burung panca warna yang memiliki keterbatasan variasi nada.

Kalau Anda ingin memelihara burung panca warna sebagai pelatih atau masteran burung kicau lainnya, wajib tahu cara memaster burung panca warna yang tepat. Dengan begitu, burung lain yang dimaster dengan burung panca warna mudah menirukan karena suaranya yang jelas. 

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar